Ketika Para Koruptor Sakit (Jiwa)


Ketika Para Koruptor Sakit (Jiwa)
Oleh : Fadil Abidin

            KPK atau Komisi Pemberantasan Korupsi ternyata tidak bisa mengambil pengalaman dari beberapa kasus sebelumnya soal kaburnya para koruptor ke luar negeri, yang akhirnya menjadi buronan pemerintah Indonesia. "Sejak dulu penyakit permanen koruptor itu kabur, (beralasan) sakit, dan nanti lupa ingatan" (Sebastian Salang,tempointeraktif.com,30/5/2011).

Keluarga sebagai Basis Pengembangan Sumber Daya Manusia

Keluarga sebagai Basis Pengembangan Sumber Daya Manusia
Oleh : Fadil Abidin

            Setiap 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional (Harganas), karena pada tanggal inilah dimulai Program Gerakan Keluarga Berencana (KB) tahun 1970. Presiden Soeharto yang mencanangkannya menjadi Hari Keluarga pada tahun 1993.

Kejaksaan Riwayatmu Kini


Kejaksaan Riwayatmu Kini
Oleh : Fadil Abidin
           
Istilah kejaksaan sebenarnya sudah ada sejak zaman Kerajaan Majapahit dengan istilah dhyaksa, adhyaksa, dan dharmadhyaksa, yaitu sebutan untuk mengacu pada posisi dan jabatan tertentu di kerajaan. Istilah-istilah ini berasal dari bahasa bahasa Sansekerta.

Antara Mal dan Cagar Budaya

Gubernur vs Walikota :
Antara Mal dan Cagar Budaya
Oleh : Fadil Abdin

Ada satu paradoks di negeri ini. Ketika ada orang yang menyuarakan kejujuran, malah mendapat ancaman, cibiran bahkan pengusiran dari rumahnya. Inilah yang dialami Siami, orang tua dari Alinafiah yang membongkar praktik contek massal di SDN Gadel 2, Surabaya. Kini paradoks tersebut berlanjut, orang yang bermaksud melestarikan peninggalan bersejarah justru disebut bodoh.

Gagal Masuk PTN, Masih Ada Universitas Terbuka

Gagal Masuk PTN, Masih Ada Universitas Terbuka
Oleh : Fadil Abidin

Selama beberapa bulan terakhir ribuan siswa-siswi yang baru tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan sederajat sibuk bukan kepalang. Ritual euforia kelulusan dengan berbagai cara dan tingkah laku di jalanan hanya dirayakan sesaat. Mereka selanjutnya harus melewati perjuangan masuk ke perguruan tinggi. Di antara mereka, banyak siswa yang cerdas namun terhenti pendidikannya karena masalah klasik, yaitu ketiadaan biaya. Perjalanan akademik merekapun berakhir, masuk kuliah ke perguruan tinggi hanya menjadi semacam impian.

Dari Demokrasi Menuju Negara Kleptokrasi


Dari Demokrasi Menuju Negara Kleptokrasi
Oleh : Fadil Abidin

            Kleptokrasi berasal dari bahasa Yunani yaitu klepto (maling/pencuri) dan kratein (pemerintahan), sehingga artinya  pemerintahan para maling/pencuri. Negeri kleptokrasi artinya negeri yang diperintah oleh para maling atau pencuri.

Busway No, Subway Yes


Busway No, Subway Yes
Oleh : Fadil Abidin

            Mungkin sedikit yang tahu siapakah Enrique Penalosa. Dialah yang dikenal sebagai “Bapak Busway Dunia”. Sebagai Walikota Bogota periode 1998-2001, Enrique Penalosa sukses membawa perubahan pada layanan transportasi publik dengan memperkenalkan konsep jaringan bus jalur cepat (Bus Rapid Transportation/BRT).

Ancaman Kebangkrutan di Negara PNS


Ancaman Kebangkrutan di Negara PNS
Oleh : Fadil Abidin

            Keuangan negara semakin menyempit karena jumlah PNS (Pegawai Negeri Sipil)  setiap tahun semakin membengkak. Kementerian Keuangan mengaku kurang leluasa dalam mengelola anggaran negara untuk mendanai kegiatan-kegiatan produktif karena sedikitnya ruang fiskal yang hanya sekitar 8% dari kapasitas APBN. Sebagian besar belanja negara mengalir ke daerah, dan terutama untuk membayar gaji PNS.

Ada “Kursi Haram” di DPR?

Ada “Kursi Haram” di DPR?
Oleh : Fadil Abidin

            Lembaga DPR kembali menjadi sorotan publik, beberapa anggotanya diduga memperoleh kursi secara ilegal. Sungguh memprihatinkan jika di antara 560 kursi yang diduduki oleh anggota Dewan terhormat itu ada yang berlabel "kursi haram".  Kursi yang seharusnya diperuntukan bagi orang yang meraih suara terbanyak di suatu daerah pemilihan dalam pemilihan umum, beralih dengan cara yang tak terpuji kepada orang lain.

Kontradiksi dalam Memaknai Ramadhan


Kontradiksi dalam Memaknai Ramadhan
Oleh : Fadil Abidin
Dimuat di Harian Analisa Medan, 1 Agustus 2011

Bulan Ramadhan tiba, ditandai dengan kenaikan harga-harga, semua orang resah. Bulan Ramadhan seharusnya disambut dengan penuh kegembiraan telah bergeser menjadi bulan kecemasan karena kenaikan harga. Hasil riset Retail Measurement Services Nielsen menyebutkan bahwa tingkat konsumsi atau belanja barang masyarakat merangkak naik setiap bulan puasa dengan rata-rata kenaikan mencapai 16 persen per tahun.